Welcome Home!!.. Yey, setelah beberapa hari, baru sekarang sempet buat update blog lagi. Hehehe.. Terakhir kali saya cerita tentang gimana serunya MSJ class dan gimana Tuhan bekerja secara luar biasa dan bener-bener menjadikannya moment spritual journey buat saya. Pokoke Tuhan WOW banget lah. Nah untuk cerita kali ini, saya mau share tentang bagaimana Tuhan menyiapkan saya lewat skill-skill yang Dia berikan di kelas Bass. Saya sebetulnya gak punya bass waktu itu. Tapi Tuhan mempersiapkan sedemikan rupa sehingga pokoknya saya dibuat takjublah.
Jadi ceritanya begini, setelah kelas MSJ, saya diperlengkapi lagi dengan kelas tutorial bass setiap hari senin di Gereja. Kelas ini memang dipersiapkan untuk semua pemain bass yang ada di gereja. Waktu itu yang ikut pertama ada Ko Steve, Kak Rudhy, Vito, dan saya. Mereka ini jago-jago semua lho main bassnya. Setiap dari kami punya ciri khas tersendiri dalam permainannya. Karena setiap kami pun punya genre favorit yang berbeda-beda. Kami semua di latih oleh seorang pemain bass handal dan beliau juga pelayan Tuhan. Namanya Nico Lucas. Kami biasa panggil Ko Nico. Ko Nico ini sudah 13 tahun bermain bass. Sebelumnya dia gitaris metal (Garaaaang abiss!!). Tapi kemudian dipanggil Tuhan buat jadi bassist dan dipakai secara luar biasa.
Kelas pertama di mulai daaaaaann.... Jeng jeng!!! Berasa mulai dari nol lagi XD. Saya inget banget, waktu itu pertama kali di suruh main doremifasollasido dan review dari Ko Nico rata-rata adalah
- Mainnya gak bersih. Suaranya banyak berdengung
- Posisi tangan salah
- Powernya gak stabil
- Ibaratkan sebuah bangunan, Drum adalah pondasi. Gitar, keyboard, piano, adalah atapnya. Nah, Bass itu adalah pilar penopang atap. Jadi, dia terletak di antara drum dan instrumen lainnya. Dengan kata lain, Bass harus jadi penghubung antara drum dan instrumen lainnya.
- Menjadi pemain Bass adalah Privelege dan sebuah anugerah karena ini pekerjaan yang mulia. Kenapa mulia, karena untuk jadi pemain bass, harus punya hati yang benar-benar merendah. Karena pemain bass itu, baik di gereja, maupun di dunia sekuler, paling jarang dilirik orang. Tapi, dia menjadi vital karena musik tanpa bass seperti sayur tanpa garam (cieeeh...) Jadi, kalau dari kalian ada yang jadi pemain bass di gereja, bersyukur bisa melayani di bass karena itu kasih karunia Tuhan. Gak akan banyak orang yang memperhatikan. Tapi Tuhan yang akan melihat kita, so kasih yang terbaik buat Tuhan. Jangan sekali-kali cari perhatian jemaat.
- Bass itu sudah ada sejak jaman perjanjian lama lho. Baru tahu? Sama saya juga. Ada di dalam kitab Tawarikh 15. Bercerita tentang Tabut Tuhan yang akan dipindahkan ke Yerusalem. Ayatnya ada di ayat 21.
sedang Matica, Elifele, Mikneya, Obed-Edom, Yeiel dan Azazya harus memainkan kecapi yang delapan nada lebih rendah tingkatnya untuk mengiringi nyanyian.
kecapi itu alat musik string atau dawai yang dimainkan dengan cara dipetik. Kecapi memiliki cirikhas nada yang tinggi dan nyaring saat dimainkan. Nah untuk melengkapi iringan nyanyian agar tidak kosong saat kecapi memainkan melodi, dibuatlah kecapi yang nadanya 8 oktaf atau 8 tingkat lebih rendah yang berfungsi sebagai pengiring dengan memainkan akord. Bass di jaman sekarang pun sama. Terbuat dari dawai juga, bentuknya menyerupai gitar. Namun nadanya lebih rendah dari pada gitar. Jadi, Bass itu sudah ada sejak jaman dulu dan tercatat di alkitab. Wow banget ya.
Kembali lagi ke tutorial bass, karena semua mengulang pelajarannya, satu bulan pertama Ko Nico banyak memberikan materi-materi dasar fingering. Membosankan iya. Tapi bermanfaat banget. Satu kendala yang saya hadapi adalah saya gak punya instrumen bass. Gitarpun waktu itu belum punya. Setidaknya gitar bisa jadi alternatif untuk latihan meskipun tidak semaksimal kalau pegang bass langsung. Sempat mengalami kesulitan karena tiap minggu, ada pengulangan materi dan saya pastinya belum lancar. Karena saya pegang bass cuma seminggu sekali pas di kelas. Sempat coba cara yaitu dateng di kelas satu jam sebelum mulai. Jadi bisa fingering dan ngulang materi-materi sebelumnya. Cukup lumayan tapi masih belum maksimal,
Karena hal ini, saya pun berdoa sama Tuhan supaya bisa punya instrumen musik di kos. Setidaknya gitar. Eh Puji Tuhan pas banget waktu itu omset kerjaan naik. Bulan itu saya bisa menyisihkan uang untuk beli gitar. Hehehe,, Yeah, bisa buat latihan dan saat teduh di kos. Udah lama banget pengen ngerasain lagi saat teduh pake gitar. Bisa nyanyi buat Tuhan itu rasanya gimana gitu... Tapi berkat Tuhan gak berhenti sampai situ loh. Omset kerjaan saya bulan berikutnya naik lagi hampir dua kalinya dan.. Puji Tuhan banget ada yang bisa disisihkan buat cari bass second. Inget banget waktu itu saya hampir tiap hari bbm Ko Nico tanya-tanya soal bass yang cocok apa. Sempat banyak pilihan baik rekomendasi dari Ko Nico, ataupun cari di situs toko online. Pilihan pun akhirnya jatuh ke Bass merk Squier tipe Precision Bass. Jualnya di klaten. So, saya siapin satu hari buat PP Semarang-Klaten demi dapetin bassnya. Hihihihi. Sebetulnya rada berbau spekulasi. Karena saya gak tahu kondisinya seperti apa. Sempet khawatir kalau kondisinya gak memuaskan. Udah jauh-jauh ke sana. Tapi Tuhan mantapkan untuk berangkat ke sana.
Sabtu, 12 September 2015, saya ke Klaten naik motor. Perjalanan kurang lebih 2,5 jam. Sampai di sana, saya langsung kontak yang jual bass, ketemu, kemudian ke rumahnya untuk tes bassnya. LIhat kondisi fisiknya pertama saya langsung jatuh cinta hehehe. Tes suara waktu itu belum terlalu puas. Senarnya harus ganti dulu karena ada yang udah mati. Tapi yang diluar dugaan, waktu ngobrol-ngobrol buat penggunaan bassnya, ternyata yang jual ini juga pelayan Tuhan. Jadi bassnya sering dipakai pelayanan. Dijual karena sudah mau kerja diluar kota dan kelihatannya gak memungkinkan untuk di bawa. Wah puji Tuhan banget. Tanpa perlu mikir lagi, saya ambil bassnya dan akhirnya saya bawa pulang ke semarang. Jadi, saya punya instrumen cukup lengkap sekarang. Ada gitar dan bass. Yang pasti, saya bisa latihan dengan maksimal :).
Proses Tuhan itu gak ada habisnya. Tapi setiap kali bisa melewati level-level yang Tuhan sediakan, selalu ada aja reward yang diterima. Cuma dua kata aja, "Jangan Khawatir". (Bersambung)




Tidak ada komentar:
Posting Komentar